Mengenal Bakat Anak dan Mengoptimalkannya 

Mengenal bakat anak adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang tua. Dengan mengenal bakat anak sejak dini, kita membantu mereka untuk menemukan kemampuan terbaiknya dan kita dapat mengoptimalkan potensi mereka di masa depan.

Mark Zuckerberg, tak bisa seperti sekarang ini, andai ketika bocah, ia  tak mengutak-atik komputer. Kedua orangtuanya pun mendukung ketertarikan Mark yang kini menjadi milyarder muda berkat facebook.  Ayah Mark Zuckerberg, Dr. Edwar Zuckerberg  selalu menjejali Zuckerberg kecil dengan fakta betapa komputer telah merubah peradaban dunia.

“Lebih baik mengenali apa kekuatan mereka, dan mendukungnya, serta mendorong pengembangan hal-hal yang mereka sukai, ujar Dr. Edward Zuckerberg.

Orang tua yang yang belum mengenal bakat anaknya, cenderung “menjejali” anaknya dengan berbagai les dan kegiaan ekstra kulikuler.

Berbagai pelajaran dan kegiatan kadang dipaksakan orang tua kepada anak-anaknya, seperti les matematika, robotik, renang, beladiri, dan lain sebagainya.  Kalau hal ini dilakukan dengan terpaksa, maka akan membuat anak kelelahan dan bosan karena melakukan hal yang  kurang atau bahkan tidak ia sukai. Anak juga butuh waktu istirahat dan bermain yang cukup.

Bakat,  menurut Howard Gardner,  adalah aktivitas teratur yang dihargai masyarakat dan dapat dinilai berdasarkan tingkat keahliannya seperti : menari, menyanyi, mengambar, merakit robot, dan sebagainya. Artinya, bakat tidak melulu tentang kepintaran akademis.

mengenal bakat anak

 

Cara Mengenal Bakat Anak

 

Berikut ini adalah 2 cara mengenali bakat anak, yaitu.

  1. Beri kesempatan untuk beraktifitas

Sebagai orang tua Anda harus memberikan anak kesempatan untuk berakivitas, seperti  sekolah, bermain, dan melakukan hal menarik lainnya dalam mata kecil mereka.

Seperti halnya orang tua Zuckerberg mengizinkan Zuckerberg kecil mengutak-atik komputer. Atau ayah dari pembalap Moto GP Valentino Rossi yang mendukung hobi dan bakat ngebut si Rossi kecil.  Usahakan anak bisa mandiri dalam melakukan aktivitasnya dan biarkan mereka bersenang-senang.

  1. Kenali perilaku anak

Lakukan pengamatan terhadap perilaku anak, sebelum, selama, dan setelah melakukan kegiatan tersebut. Ciri-ciri anak yang memiliki bakat terpendam pada bidang tertentu adalah sebagai berikut:

 

  • Cepat belajar

Anak cenderung lebih cepat belajar melakukan kegiatan tersebut dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Cepat belajar artinya, mereka bahagia melakukannya, tak kenal kata bosan, dan merindukan hal tersebut terulang lagi. Contoh : Indra Lesmana suka bermain alat musik, dan ketika dewasa ia menjadi musisi hebat seperti ayahnya, Jack Lesmana. Adapun kakaknya, Mira Lesmana, suka sekali film Star Trek sejak kecil, dan kini Mira menjadi salah seorang sutradara dan penulis skenario film yang selalu box office, laris manis.

 mengenal bakat anak

  • Anak asyik melakukannya

Anak sangat suka melakukan hal tersebut, ia rela mengabaikan hal-hal lainnya, rela menunda jam makan, rela tidak tidur siang, rela tidak mandi, rela uang jajannya terpakai, asalkan bisa melakukan hal tersebut.  Anak yang suka dengan kegiatan merakit robot, maka ia dengan suka cita akan merelakan hari Sabtunya untuk kelas robotik, dan tak satu hari pun ia pernah bolos kursus robotik.   Dan sebaliknya.

Jadi perhatikan perilaku anak Anda, apakah aktivitas yang paling menyenangkan buat dia? Apakah aktivitas yang ia lakukan tanpa rasa bosan? Itulah bakat terbaik yang perlu Anda dukung dan kembangkan. 

Seperti halnya kita ketahui bersama, kurikulum di sekolah tidak mengajarkan hal spesifik, mengetahui banyak hal tetapi secara dangkal, sedikit-sedikit, tidak mendalam.

Dukung anak Anda dengan kegiatan ekstra kulikuler sesuai pilihan dia, bukan sesuai keinginan Anda. Jika sudah Anda temukan, dukung ia sepenuh hati. Temani lesnya, lengkapi peralatan yang ia butuhkan, sering-seringlah bertanya kepada mentornya apa saja kelebihan dan kekurangan anak Anda.

Selamat mencoba.

 

 

error: Content is protected !!