Homeschooling Primagama Sebagai Solusi Pendidikan Alternatif

posted in: Sistem Belajar | 0

Pendidikan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap anak agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Sayangnya lembaga pendidikan formal yang selama ini ada dalam beberapa kasus banyak yang membuat para orang tua resah.

Beberapa kejadian seperti bullying, tawuran, pelecehan, pembelajaran yang tidak optimal hingga penculikan merupakan hal-hal yang kemudian membuat munculnya pendidikan alternatif. Pendidikan alternatif sendiri merupakan pendidikan lain selain pendidikan formal yang bisa dipilih dan dijadikan sebagai sarana mendidik anak.

Salah satu pendidikan alternatif yang mulai banyak dipilih adalah homeschooling (sekolah rumah).

 

Hakikat Homeschooling

Awal mula munculnya homeschooling ini berasal dari Amerika Serikat. Homeschooling secara singkat berarti sekolah rumah, dalam konteks bahasa Inggris, atau juga bisa berarti home based learning, home education atau sekolah mandiri.

Namun secara istilah, homeschooling adalah pendidikan yang menggunakan model sarana rumah sebagai basis pendidikannya dan juga keluarga sebagai penanggung jawab pendidikannya.

 

Peranan Orangtua dalam Homeschooling

Dalam pendidikan sekolah rumah ini orangtua memang akan mengambil banyak peran untuk pendidikan anaknya. Tidak hanya itu orangtua bahkan akan jadi penentu untuk arah pendidikan dan juga proses pendidikannya.

Peranan orangtua yang hadir dalam pendidikan homeschooling antara lain adalah untuk:

  • Mengembangkan nilai dan standar pengajaran
  • Menentukan kurikulum dan materi pembelajaran yang tepat
  • Mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan anak
  • Memilih metode dan teknik pengajaran yang paling sesuai
  • Mengarahkan tempat dan jenis ujian bagi anak-anaknya guna mendapatkan sertifikat

 

Kedudukan Homeschooling dalam Pendidikan Nasional

Meskipun bukan termasuk dalam kategori pendidikan formal, namun keberadaan homeschooling di Indonesia ini telah diakui oleh pemerintah.

Tapi bagaimana sesungguhnya posisi atau kedudukan homeschooling ini dalam pendidikan nasional?

Karena sudah diakui sebagai bagian dari pendidikan nasional maka pendidikan sekolah rumah ini pun telah diatur dalam perundang-undangan yaitu pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional – Sisdiknas No. 20/2003. 

Dalam perundang-undangan tersebut, homeschooling dikategorikan dalam pendidikan keluarga dan lingkungan sebagai lingkup pendidikan informal yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Meski hasil pendidikan homeschooling ini telah diakui namun mengenai pengaturan standar isi dan proses pelayanan pendidikan ini pemerintah tidak ikut terlibat.

Dalam pasal 27 ayat 2 sendiri dinyatakan bahwa peserta didik dalam kegiatan pendidikan homeschooling ini diakui layaknya bersekolah di pendidikan formal dengan syarat telah lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Berdasarkan arti dari pendidikan dan sistem pendidikan nasional pada pasal 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, maka memang sekolah rumah atau homeschooling ini sudah mewakilinya.

Dalam hal ini homeschooling dianggap sudah bisa memenuhi tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

 

Homeschooling Sebagai Pendidikan Alternatif

Pada akhirnya homeschooling ini memang akan menjadi sebuah pilihan lain atau sebuah alternatif pendidikan yang dikehendaki oleh siswa dan orangtuanya.

Dengan homeschooling anak akan bisa tumbuh dan berkembang dengan pembelajaran yang terkontrol dengan baik. Apabila orang tua dan anak merasa dan melihat kekecewaan pada kondisi diluar, maka pembelajaran alternatif ini akan bisa jadi solusi.

Namun demikian, meski homeschooling telah banyak dipilih, namun harus dipahami bahwa pendidikan alternatif ini juga menyimpan beberapa kekurangan, seperti tingkat pergaulan anak yang kurang maksimal dan juga pengalaman bersekolah anak yang kurang.

Maka dari itu untuk menyikapi homeschooling ini orang tua harus benar-benar memahami kebutuhan dan kondisi anak dan juga keluarga. Bila memang dirasa perlu dan sangat dibutuhkan maka pendidikan alternatif ini bisa menjadi pilihan yang bijaksana.

Tapi bila tidak terlalu diperlukan, maka pendidikan formal barangkali akan lebih baik untuk anak.

 

Homeschooling Primagama Menyediakan Solusi

 

homeschooling primagama

Sebagai Institusi/Lembaga Pendidikan yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun, Homeschooling Primagama (HSPG) sangat memahami kebutuhan siswa dan juga orang tua untuk mendapatkan pendidikan alternatif yang terbaik.

Program-program pembelajaran di HSPG telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing individu siswa dan preferensi metode pembelajaran, tempat pembelajaran maupun waktu yang menyesuaikan gaya belajar unik siswa.

Fleksibilitas tersebut diperlukan guna mengoptimalkan bakat dan minat yang dimiliki siswa sehingga pengembangan diri, ketrampilan, dan kemandirian dapat terus menerus diterapkan dalam keseharian belajar mereka.

Homeschooling Primagama sangat memahami keterbatasan waktu, pengetahuan, dan pengalaman orang tua yang mungkin menjadi kendala dalam menentukan keputusan untuk memilih antara pendidikan formal atau atau pendidikan alternatif untuk putra-putrinya.

Dengan program pembelajaran yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik berdasarkan bakat dan minat siswa, serta masukan dari orang tua siswa terkait, HSPG akan memberikan pilihan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan aman.

Persepsi umum bahwa Homeschooler akan memiliki tingkat pergaulan dan pengalaman belajar yang kurang tidak akan dialami siswa HSPG, karena dengan program komunitas, para siswa akan dapat bergaul secara intens dengan sesama rekan atau pembimbing belajar mereka.

Kebosanan belajar yang monoton juga tidak akan terjadi, karena dengan program belajar komunitas ini, mereka akan dibawa belajar ke berbagai tempat berbeda secara rutin, baik itu belajar di museum, perpustakaan, di taman, maupun tempat-tempat lain yang menyenangkan untuk belajar.