Peran Homeschooling dalam Pendidikan Bagi Anak ADHD

posted in: Sistem Belajar | 1

Peran Homeschooling dalam Pendidikan Bagi Anak ADHD

Sebagai sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi anak, tentu pendidikan akan menjadi alasan utama bagi para orang tua untuk memberikan yang terbaik. Namun sayangnya bagi anak penderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau hiperaktif tentu akan menjadi sebuah problem.

Pasalnya pendidikan formal yang ada sekarang kurang bisa memenuhi kebutuhan anak-anak ini. Anak ADHD ini memang berbeda dengan anak-anak biasanya. Dengan aktivitas gerak yang berlebih tentu mereka butuh penanganan khusus dalam pendidikannya.

Memang ada beberapa sekolah formal yang menyelenggarakan program inklusi yang juga menampung siswa-siswa ADHD ini. Namun apakah sekolah inklusi ini bisa benar-benar memenuhi semua kebutuhan mereka secara utuh?

Tentu saja jika menilik banyaknya kebutuhan anak ADHD maka diperlukan pendidikan khusus yang berkonsentrasi penuh pada satu anak. Nah disinilah homeschooling bisa menjadi solusi dan jalan keluarnya.

Lalu mengapa homeschooling ini bisa tepat dan cocok untuk mereka? Sebab homeschooling memiliki peran yang optimal dan maksimal untuk kebutuhan anak-anak ADHD. Berikut ulasannya.

 

pendidikan anak adhd

 

Kurikulum Homeschooling bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak

Anak ADHD yang memiliki emosi dan juga perubahan mood yang labil tentu membutuhkan strategi belajar khusus untuk mereka. Nah di sekolah formal atau di sekolah inklusi sekalipun program kurikulum khusus untuk belajar anak seperti ini tidak bisa didapatkan dengan mudah.

Namun bila orang tua memilih homeschooling tentu bisa dengan lebih mudah mengatur dan memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan spesifik anak tersebut.

 

Dengan Homeschooling dapat diatur jadwal pelajaran sesuai kebiasaan anak

Sifat dan karakter anak ADHD yang cenderung berubah-ubah, termasuk dalam hal belajar memang akan tidak cocok untuk sekolah formal yang memiliki jadwal tetap. Tapi di homeschooling, jadwal fleksibel yang diberikan akan bisa mengatur jam belajar anak-anak ini.

Tentu saja penentuan waktu belajar yang tepat dan terbaik untuk mereka adalah ketika mereka sedang semangat belajar. Tapi ketika anak-anak ini memang sedang tak bergairah belajar maka proses pengajaran bisa dihentikan saat itu juga.

Keleluasan dan kebebasan dalam homeschooling inilah yang jadi kelebihan untuk pembelajaran anak ADHD dibanding dengan pembelajaran lainnya.

 

Metode pembelajaran di Homeschooling akan disesuaikan dengan karakter unik anak

Anak ADHD sendiri ada beberapa tingkatan karakter, ada yang masih bisa terkontrol dengan kemampuan beberapa indera dan syaraf yang tergolong masih baik. Tapi ada juga yang memang karakternya sudah sulit untuk dikendalikan.

Contoh kasus anak ADHD yang masih memiliki kemampuan bicara yang baik, maka dengan pendidikan homeschooling orang tua bisa menerapkan metode pembelajaran diskusi yang lebih banyak.

Sementara apabila anak dengan ADHD senang sekali bergerak tanpa bicara, maka penerapan strategi pembelajaran permainan akan jadi solusinya.

 

Materi di Homeschooling diberikan sesuai dengan tingkat akademik anak

Kemampuan anak ADHD dalam menangkap pelajaran pastinya akan berbeda dengan anak biasanya. Nah dari sini tentu anak berkebutuhan khusus ini akan sangat kesulitan bila kemudian di masukkan ke sekolah formal yang cenderung menuntut anak mengikuti pelajaran dengan cepat.

Tapi bila memilih pendidikan dengan konsep homeschooling, maka akan lebih mudah untuk mengatur tempo kecepatan pembelajaran yang diinginkan.

 

Memperkecil kemungkinan hal yang dapat membuat konsentrasi anak terpecah

Salah satu kelemahan dari Anak ADHD adalah rendahnya daya konsentrasi dalam belajar. Dengan kondisi anak yang sulit fokus belajar ini maka tentu mereka membutuhkan lingkungan yang kondusif dan sudah dikenali dengan baik.

Nah tempat yang dimaksud dan akan memberikan peluang besar untuk mereka berkonsentrasi belajar ini tentu saja adalah rumah mereka sendiri, atau tempat khusus yang bisa membuat mereka merasa nyaman seperti di rumah sendiri.

Dengan belajar di rumah sendiri misalnya, maka orangtua atau pembimbing belajar bisa dengan lebih mudah mengatur ruangan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak.